Minggu, 02 Agustus 2015

Hijab Itu dari hati

Jilbab itu bagai candu yg jadi kenikmatan tersendiri bagi penggunanya, terutama mereka yg berani membawa langkah berjilbab dari hati bukan sebab trend semata.
Raiina Harni kini telah memasuki umur 22 thn mengakui telah merasakan nikmatnya berjilbab yg beliau lakoni selagi kira kira empat th.
Awalnya diwaktu mau masuk IAIN STS Jambi kewajiban berjilbab membuatnya berani mengawali memanfaatkan baju wajib perempuan muslim ini, lebih-lebih dorongan orang tuanya utk berjilbab. Hasilnya lambat laun, beliau memutuskan utk berjilbab tidak dengan bongkar pasang lagi.

"Mungkin awalnya sebab masuk IAIN, kemudian orangtua mantepin jangan sampai hingga bongkar pasang jilbab," ujarnya.
http://aplus-fashion.blogspot.com/2015/06/cara-berhijab-cocok-untuk-wisuda.html
http://aplus-fashion.blogspot.com/2015/07/model-baju-gamis-modern-untuk-remaja.html
http://aplus-fashion.blogspot.com/2016/01/cara-berhijab-paris-untuk-pergi-ke-pesta.html
http://aplus-fashion.blogspot.com/2016/01/model-baju-kerja-wanita-muslimah-2016.html
Kesannya sesudah berjilbab, beliau merasa lebih nyaman, & hatinya lebih tentram. Sesudah berjilbab beliau mengakui kesempurnaan nurani sbg hidayah ilahi bakal pancaran jilbab yg ja mantapkan di dalam hati.
Dirinya mengaku awal berjilbab pernah mendapat tantangan dari rasa heran temannya disaat melihatnya berjilbab, pasalnya disaat masuk SMA beliau susah akrab bersama jilbab. Tantangan itulah yg menciptakan dirinya konsisten bersemangat buat berjilbab, terlebih hatinya telah merasa klop.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar